Di Depan BPTJ, Pengusaha Keluhkan Jam Operasional Truk : Okezone Ekonomi BERITA KORAN

Berita terkini hari ini menginformasikan bahwa Di Depan BPTJ, Pengusaha Keluhkan Jam Operasional Truk : Okezone Ekonomi.

JAKARTA – Penurunan daya beli masyarakat hingga saat ini masih terus menjadi salah satu tantangan bagi pengusaha retail. Hingga saat ini, daya beli masyarakat masih belum membaik sejak 2015 lalu.

Selain penurunan daya beli, pengusaha juga merasa terbebani oleh pembatasan operasional truk. Padahal, truk adalah salah satu kebutuhan utama bagi pengusaha dalam proses distribusi barang.

Baca juga: Truk Dilarang Beroperasi, Perusahaan Logistik Rugi Rp20 Miliar

Hai ini disampaikan oleh beberapa asosiasi pengusaha dalam focus group discussion hari ini yang diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Turut pula hadir Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono.

Ketua Umum Asosiasi Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, pemerintah diharapkan dapat kembali mengatur jadwal operasional truk. Penetapan ini diharapkan tak merugikan bagi pengusaha.

 Baca juga: Pusat Logistik di Papua Barat Beroperasi, Ini Keuntungannya!

“Ada distribusi center yang kalau kirim barang pakai truk yang besar. Kalau jam buka toko ritel jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Jadi terserah bagaimana pengaturan truk,” kata Roy di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Pengusaha juga berharap adanya kebijakan terkait lahan parkir karena sempitnya lahan parkir saat ini di pusat perbelanjaan. Kepastian kebijakan juga diharapkan dapat diberikan oleh pemerintah terkait transportasi online.

 Baca juga: Wih, Perusahaan Jepang Kantongi Izin Pusat Logistik Berikat

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan, aturan penggunaan truk di Indonesia sudah menguntungkan pengusaha. Aturan ini lebih longgar dibandingkan Jepang yang hanya mengizinkan truk untuk beroperasi pada hari tertentu.

“Di jepang itu 5 hari sekali mereka bergerak, enggak ada masalah,” ujar Bambang.

Hanya saja, menurut Bambang, pengusaha tak menolak rencana pembatasan jam operasional truk pada hari dari jam 06.00 hingga pukul 09.00 pagi dan pukul 18.00 hingga pukul 21.00 malam. Hal ini pun telah dibahas bersama para pengusahan.

“Mereka kan mengatur sendiri. Contah saya utk menghindari kemacetan saya mengubah pola hidup, jam 8 malem saya sudah tidur, jam 3 pagi bangun. Itu kan masalah perubahan perilaku saja,” ujarnya.

Truk seringkali dianggap sebagai salah satu penyebab kemacetan. Namun, dengan pembatasan truk ini, pemerintah tetap akan menerapkan kebijakan lainnya. Sebab, kemacetan tetap terjadi sekalipun jam operasional truk dibatasi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki layanan transportasi umum. Bis premium pun telah disiapkan untuk mengakomodir kebutuhan dari masyarakat secara umum.

Salah satu bus premium yang disediakan adalah jurusan Bekasi menuju Senayan. Bus ini memiliki layanan wifi dan AC. Uji coba pun akan dilakukan hingga tanggal 20 September mendatang.

Bus ini nantinya juga akan menggunakan jalan tol. Payung hukum nantinya akan disiapkan terkait marka jalan di jalan tol.

“Busnya ada tiga , tiga pagi, tiga sore. Kalau nanti nanti bergeser semua, kita perlu tambahan 60 bus, kita sudah siapkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Namun, pemerintah masih akan mendengarkan masukan secara lebih jauh terkait rencana ini.

Kabar hari ini disadur berdasarkan berita terbaru tentang Di Depan BPTJ, Pengusaha Keluhkan Jam Operasional Truk : Okezone Ekonomi.