Ini Empat Dampak Diberlakukannya Sistem Satu Arah di Depok : Okezone News BERITA DUNIA

Berita terbaru hari ini mengabarkan tentang Ini Empat Dampak Diberlakukannya Sistem Satu Arah di Depok : Okezone News.

DEPOK – Ketua Indonesia Urban Transpor Institute (IUTRI) Sawang Lazuardi menilai, diberlakukannya sistem satu arah (SSA) di Depok memiliki beberapa keuntungan dan juga kerugian. Jebolan Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya Institut Teknologi Bandung (ITB) menganalisa beberapa temuan sejak diberlakukannya SSA di Depok.

Berikut ulasan berdasarkan hasil laporan langsung Okezone:

1. Jarak Tempuh

SSA biasanya akan menambah jarak tempuh bagi warga sekitar atau dalam SSA, namun tidak untuk pengguna jarak jauh. Walaupun jarak bertambah SSA seharusnya mengurangi waktu tempuh yang cukup sehingga kecepatan rata-rata dalam sistem lebih besar, dengan kata lain aksesibilitas warga sekitar terganggu namun mobilitas secara umum bertambah.

Terjadi penurunan waktu tempuh terjadi hampir disemua arah dalam kawasan SSA, baik dari Sawangan-Tole Iskandar, Sawangan-Margonda, atau Margonda-Kartini. Hal ini sangat mungkin mengindikasikan operasi SSA semakin baik. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pengurangan friksi sepanjang ruas SSA sebagai aksi ikutan dalam upaya menyukseskan SSA.

2. Dampak Ekonomi

Warga sekitar ada yang diuntungkan dengan adanya SSA, tidak sedikit yang sebaliknya. Namun bukan itu sasaran utama. Yang utama adalah mobilitas umum meningkat, dengan waktu tempuh yang berkurang.

Kerugian yang dialami oleh warga sekitar karena menurunnya aksesibiltas, bahkan bagi para pedagang yang mengklaim merugi atau omzetnya turun, memang menjadi resiko yang umum dalam penerapan suatu manajemen lalu lintas.

Warga yang kesulitan dengan akses untuk berbisnis atau berbelanja akan menukarnya dengan lokasi lain, kekosongan itu akan segera diisi oleh warga lain yang mendapat keuntungan dengan perubahan aksesibilitas akibat SSA. Begitu seterusnya sampai terjadi keseimbangan baru.

3. Intensitas Lalu Lintas

Perubahan kecepatan mulai minus 2 persen sampai positif 14 persen. Minus berarti operasional SSA memberikan dampak negatif pada arus jalan nasional, demikian sebaliknya.

Nilai positif cenderung lebih besar dibandingkan dengan nilai negatif. Pagi hari nilai positif terjadi. Siang dan sore terjadi nilai negatif pada arah timur ke barat, namun nilai positif yang lebih besar untuk arah sebaliknya. Dari data ini jelas untuk kebutuhan arus lintasan di jalan nasional, operasional SSA telah meningkatkan kecepatan.

Perbandingan nilai tersebut dilakukan dengan data sebelum SSA dan setelahnya sampai akhir Agustus 2017 atau sebulan setelah ujicoba dimulai. Perkembangan dua minggu belakangan ini dengan perbaikan pada beberapa titik mikro seperti simpang Arif Rahman Hakim-Margonda dan ruas ARH berhasil menurunkan dampak kemacetan yang besar pada Jl Margonda Raya. Kemacetan Jalan Margonda Raya tidak lagi seperti di awal operasi SSA.

4. Menyisakan Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah yang belum selesai adalah pengaturan di sekitar simpang Dewi Sartika-Raya Kartini-Siliwangi. Simpang staggered ini sudah lama mengalami beban besar sehingga sering mangalami kemacetan.

PR lain adalah perlintasan KA dengan frekuensi yang tinggi, masih akan menjadi bottleneck di masa depan. Idealnya ada simpang tak sebidang disekitar lokasi ini.

Jadi untuk menyatakan apakah SSA di Depok berhasil atau tidak, masih memerlukan waktu untuk melihat peningkatan kinerja lalinnya. Namun tanda- tanda keberhasilan sudah terlihat.

Seiring dengan bertambahnya penduduk dan aktivitasnya maka kegiatan lalu lintas juga akan bertambah. Jika tidak ada penanganan yang cukup, hanya menunggu waktu untuk terjadinya traffic jam yang besar di masa mendatang. Kemungkinan SSA yang sedang diterapkan akan mengurangi resiko itu atau setidaknya menundanya.(fin)

(amr)

Gosip terhangat sesuai yang dikabarkan media Indonesia tentang Ini Empat Dampak Diberlakukannya Sistem Satu Arah di Depok : Okezone News.