Keluarga pembunuh pasutri di Purbalingga minta maaf & pasrah BERITA DUNIA

Berita hari ini tentang Keluarga pembunuh pasutri di Purbalingga minta maaf & pasrah.

Merdeka.com – AZ, salah satu komplotan yang membunuh pasangan Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52) ditembak mati polisi karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Keluarga AZ di kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga mengaku kaget AZ terlibat dalam kasus pembunuhan mantan majikannya tersebut.

Kakak ipar AZ, Santoso (42) menyampaikan permintaan maaf pada keluarga korban dan pasrah atas proses hukum polisi. Menurut keluarga AZ, Zakaria dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan, lanjut Santoso, AZ sempat ceritakan mendapatkan pinjaman rumah milik Zakaria di kawasan Ciledug.

“Sebenarnya saya sudah pasrah dan ikhlas mau dihukum mati atau apa. Kami pihak keluarga minta maaf kepada keluarga korban atas peristiwa ini dan atas kebaikan selama ini,” ujarnya, Rabu (13/8).

Santoso juga berbagi cerita terakhir kali bertemu AZ saat lebaran tahun ini. AZ sempat pulang ke rumah kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah istri keduanya di Semarang. AZ memiliki anak laki-laki berusia 5 dan 10 tahun.

“Dia jarang bertukar kabar dengan keluarga di kampung halaman. Pulang kadang setahun sekali,” katanya.

AZ sendiri selama ini dikenal warga di kampung halamannya suka membantu tetangga. Hal ini disampaikan oleh Sukman Ibrahim, Kepala Padukuhan Dagan Legok yang diberikan wewenang kepada pihak keluarga untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

Sukman mengatakan AZ di lingkungan masyarakat tidak ada kelakuan buruk. Tak ayal keluarga kaget mendapat informasi pelaku melakukan pembunuhan kepada bekas majikannya.

Pihak keluarga sendiri, kata Sukman, mendapat informasi AZ tewas ditembak polisi karena melarikan diri saat penangkapan dari pemberitaan media pada pukul 13.00 WIB. Beberapa hari terakhir, ia tidak mendengar kabar kepulangan AZ di rumah yang berjarak 3 km dari Jembatan Penisihan, lokasi penemuan mayat Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur.

Dari informasi yang diperoleh dari keluarga, kata Sukman, AZ memang sempat berkeluh kesah pada keluarga mempunyai masalah. Masalah tersebut terkait pemecatan dia yang berdampak pada kondisi keluarganya.

“Hal tersebut memungkinkan AZ melakukan pembunuhan kepada bekas majikannya,” kata Sukman.

Keluarga AZ sendiri dikenal sebagai keluarga perantau. AZ, 35 tahun merantau ke Jakarta setelah lulus SD. Kemudian menyusul ibunya yang turut merantau ke Jakarta pada 2000, termasuk adiknya. Adapun ayahnya sudah meninggal dunia.

“Satu-satunya yang tidak merantau adalah kakaknya yang pertama yang menghuni rumah ini,” katanya.

Rumah kakak AZ dan rumah orangtuanya bersebelahan berwarna hijau terletak di RT 3 RW 5 Padukuhan Dagan Legok, Kelurahan Dagan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Setelah terkuak kejadian pembunuhan yang melibatkan AZ, sesekali tetangga datang bergantian menanyakan kondisi keluarga dan jenazah AZ. [ded]

Cerita aneh menurut berita terbaru tentang Keluarga pembunuh pasutri di Purbalingga minta maaf & pasrah.