Pemilu Mempererat NKRI, KPU: Dengan Menerima Setiap Hasil Akhirnya : Okezone News UPDATE TERBARU

Berita terbaru hari ini mengabarkan tentang Pemilu Mempererat NKRI, KPU: Dengan Menerima Setiap Hasil Akhirnya : Okezone News.



PONTIANAK – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Viryan Azis mengatakan pemilu merupakan salah satu wadah untuk mempererat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Caranya adalah dengan menerima setiap hasil akhir pemilihan tanpa memperlebar jurang perbedaan.

“Kita harus melihat misalnya pilkada, bukan hanya semata-mata sebagai ajang seremonial politik belaka. Terlebih lagi sebagai ajang untuk saling buruk-memburukkan, serta untuk saling berkonflik,” kata Viryan saat kunjungan ke Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Senin (20/11/2017).

Ia melanjutkan, pemilu merupakan program pembangunan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius untuk menghasilkan pemimpin yang sesuai kehendak masyarakat.

Dirinya membandingkan dengan program infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan. Kemudian program pendidikan, misalnya untuk biaya guru serta program kesehatan pembelian jarum suntik di puskesmas.

“Sedangkan pembangunan di bidang politik adalah pilkada ini. Dananya untuk kegiatan ini berupa kegiatan sosialisasi, untuk membiayai pasangan calon memeriksa kesehatan, untuk pemutakhiran data pemilih, membeli surat suara, menyediakan tinta pemilu dan seterusnya,” ujar dia.

Mantan komisioner KPU Provinsi Kalimantan Barat ini menambahkan, maka itu pandangan bahwa pemilu atau pilkada menghambat pembangunan di daerah adalah keliru dan perlu diluruskan. “Karena melalui pilkada akan menentukan arah pembangunan dan percepatan infrastruktur di daerah masing-masing,” jelasnya.

Viryan mengatakan, pilkada memang konflik, namun bukan yang dapat dilakukan sesuka hati oleh pesertanya. “Pilkada sebagai ajang konflik politik yang dilembagakan dan diadopsi sistemnya hingga teknisnya serta sudah ada muara dan tahapan akhirnya,” ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak terlibat dan memahami bahwa pilkada merupakan program pembangunan politik yang nantinya memimpin pembangunan lainnya. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai hari nurani dan pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) saat pencoblosan nanti.

“Kita rugi tidak menggunakan hak pilih kita atau golput (golongan putih). Di masa lalu golput sangat penting, karena sebagai bentuk protes. Sebelum pemungutan suara, kita sudah tahu siapa yang akan terpilih, maka muncul golongan golput karena tidak ada gunanya lagi untuk memilih,” ungkap dia.

Sedangkan saat ini sistemnya sudah berubah. Semua tahapan kegiatan KPU dan lainnya sudah ada. “Semua bisa mengetahui tanggal berapa pencalonan dilakukan, tanggal berapa pemungutan suara dilakukan, kegiatannya seperti apa. Semuanya pasti dan bisa diketahui. Hanya satu yang tidak bisa diketahui yaitu pasangan calon yang terpilih, yang bisa diketahui setelah pemilihannya,” papar Viryan Azis yang berkunjung ke Kabupaten Kayong Utara dalam rangka peluncuran tahapan pilkada setempat pada 2018.

(han)

Berita hari ini yang mengejutkan seperti disampaikan berita terbaru tentang Pemilu Mempererat NKRI, KPU: Dengan Menerima Setiap Hasil Akhirnya : Okezone News.