Pendakian Terjal dan Kesetiaan Siti Khadijah yang Melekat di Gua Hira : Okezone Haji BERITA DUNIA

Berita hari ini tentang Pendakian Terjal dan Kesetiaan Siti Khadijah yang Melekat di Gua Hira : Okezone Haji.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

MAKKAH – Bagi seorang wanita, mendaki tebing curam tidak mudah. Tanpa motivasi yang kuat, tidak mungkin mendaki secara reguler.

Demikian pesan tersirat dari Jabal Al-Noer atau Bukit Nur yang merupakan saksi bisu dari jatuhnya wahyu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Tidak dapat dipungkiri, peran utama dalam sejarah Islam setelah 610 M adalah Nabi Muhammad SAW. Namun, peran Siti Khadijjah sebagai istri sangat berkontribusi terhadap peradaban Islam.

Siti Khadijah adalah sosok setia yang selalu memberi perlindungan kepada Nabi. Inilah yang memotivasi Siti Khadijah untuk motivasi yang kuat.

Pada 1.957 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW seringkali jauh dari gangguannya untuk melihat semangat harzard hari ini. Lokasi untuk diam adalah Gua Hira, sebuah tumpukan batu besar yang pas untuk 3 orang dewasa yang menghadap ke Ka'bah. Agar tidak kelaparan, Siti Khadijjah sering membawa makanan dan selimut. Semuanya dilakukan dengan mendaki gunung dengan ketinggian mencapai 281 meter dengan panjang pendakian sekitar 645 meter.

"Pada mulanya, Nabi Muhammad SAW melihat mimpi melihat cahaya putih dari kejauhan dan cahaya semakin dekat dan mendekati jiwa sang nabi," kata Aswadi Ibn Hajj Consultant Guidance Consultant kepada Okezone.

Dari mimpi itu, lanjutnya, mendorong Nabi Muhammad SAW untuk selalu menginginkan khalwat (menyendiri).

"Nah, inilah keinginan Siti Khadijjah mendorong suaminya untuk memberi suaminya apa yang dia inginkan, dalam kondisi yang jauh," katanya.

Karena keinginan kuat untuk menemani dan membantu penyebab Nabi, maka Siti Khadijah bisa mendaki bukit yang curam.

Tidak hanya perlindungan terbatas dalam hal konsumsi, tapi juga perjuangan Siti Khadijah dilakukan secara rahasia.

"Karena Nabi Muhammad awalnya belum melihat kemuliaan dan keagungan di mata banyak orang," jelas Profesor IAIN Sunan Ampel.

Namun, semuanya berubah pada 17 Ramadan. Saat itu Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama.

"Nabi tidak tahu apa-apa, Rasulullah disergap untuk membaca Iqra," tambahnya.

Setelah Malaikat Jibril memberikan sebuah wahyu, Nabi Muhammad SAW kemudian takut dan gemetar sangat hebat. Sampai akhirnya Malaikat Jibril mengajarkan 5 ayat Surat Alaq.

"Begitu sampai di rumah, Siti Khadijah mendapat lebih banyak perhatian karena melihat Nabi dalam kegelisahan," katanya.

Kehebatan hati Siti Khadijah adalah apa yang harus dilakukan. Jadi kebanyakan wanita yang memanjat Jabal Al-Noer bisa merasakan cinta Siti Khadijah kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus refleksi pada pasangan yang telah dikonfirmasi melalui restu. (sym)
                  
        

                          

(aky)

        
        

        
                

                  
          
              

Berita terbaru ini dikutip dari sumber berita tentang Pendakian Terjal dan Kesetiaan Siti Khadijah yang Melekat di Gua Hira : Okezone Haji.