PPATK serahkan laporan aliran dana Saracen & Asma Dewi ke polisi KABAR BERITA

Berita hari ini terbaru memberikan update informasi PPATK serahkan laporan aliran dana Saracen & Asma Dewi ke polisi.

Merdeka.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan Laporan Hasil Analisis (LHA) atas 15 rekening kepada Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait aliran dana milik kelompok jaringan ujaran kebencian dan Konten SARA, Saracen.

“PPATK sudah menyerahkan LHA pada Bareskrim tadi jam 2 siang. Sekarang oleh penyidik akan dilakukan sebuah analisa dengan membandingkan fakta-fakta lainnya dari yang didapat dari jejak digital,” ujar Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/9).

Nantinya, lanjut Martinus, penyidik akan mencocokkan LHA itu dengan beberapa barang bukti milik para tersangka yang sudah disita polisi.

“Kalau kita lihat penyidik itu kan ada beberapa tim gitu ya ada tim 1 2 3. Tim 1 itu misalnya yang menelusuri soal komunikasi, yang kedua misalnya tim yang khusus memberkas, yang ketiga misalnya yang mencocokkan data-data jejak digital. Itulah yang melihat komunikasi dan mencocok-cocokan,” ujarnya.

“Mereka sedang bekerja nanti hasilnya nanti dilihat apakah memang seperti dugaan selama ini memunculkan ada orang yang menyerahkan dalam jumlah tertentu, nanti bisa dibaca di situ, dilihat dari transaksi, cuman orang-orang itu kan mesti dicari latar belakangnya,” sambung Martinus.

Martinus pun menegaskan bahwa LHA yang diberikan oleh PPATK itu terkait 15 rekening milik kelompok jaringan Saracen dan juga Asma Dewi.

“Ini terkait 15 rekening. Pokoknya sudah ada yang diserahkan kembali LHA nya. Penyidik masih buka, masih baca-baca,” ucapnya.

Nantinya rekening yang sudah ditelusuri oleh PPATK akan dilihat kembali oleh tim penyidik. Tapi, pihaknya tidak akan memeriksa LHA dari PPATK saja, tapi juga mencari sebuah komunikasi atau percakapan.

“Ya nanti kan dilihat, seperti yang Asma Dewi, dia ngalir misalnya ke NS. Tetap itu dicari juga komunikasinya. Jadi tim penyidik selain cek berkas perkara. Tim yang analisis komunikasi juga ada,” ucapnya.

Nantinya, tim komunikasi itu akan memeriksa melalui sambungan telpon atau lainnya seperti media soasial. “Komunikasi secara audio bisa komunikasi secara visual,” ujarnya.

Tapi, saat ditanya apakah nantinya polisi akan menggndeng pihak provider atau kominfo terkait akan melakukan pemeriksaan atau mencari para pemesan, dirinya tidak bisa mengutarakan itu. Menurutnya itu sudah masuk dalam tehnik penyidikan.

“Itu adalah teknik penyidikan dalam mengungkap. Dia tidak mengungkap satu sisi saja. Saya bilang komunikasi, komunikasi tentu yang melibatkan Siapa yang punya komunikasi,” tandasnya. [rhm]

Cerita aneh menurut berita terbaru tentang PPATK serahkan laporan aliran dana Saracen & Asma Dewi ke polisi.