Sevilla Bangkit di Babak Kedua Usai Tahu Pelatih TV NEWS

Berita hari ini tentang Sevilla Bangkit di Babak Kedua Usai Tahu Pelatih.


Eduardo Berizza. (Foto: Twitter oficial del SevillaFC)


Sevilla: Manajemen klub Sevilla merilis pernyataan resmi jika pelatih kepalanya, Eduardo Berizza, mengidap penyakit kanker. Kabarnya, Berizza memberitahukan hal itu pada babak pertama kontra Liverpool, atau tepatnya saat Sevilla tertinggal 0-3.

Dalam keterangannya disebutkan jika Berizza menjadi sosok sentral di balik comeback istimewa Sevilla menjadi 3-3 itu mengalami kanker prostat. Tim medis klub masih memeriksa seberapa parah penyakit yang diidap Berizza.



“Tim medis Sevilla melaporkan bahwa pelatih tim utama Eduardo Berizza didiagnosa mengidap adenocarcinoma (tumor ganas pada prostat). Pemeriksaan lebih lanjut tengah dilakukan untuk menentukan langkah klub ke depan terkait kabar ini,” tulis Sevilla di laman resmi.

 

Baca: Data dan Fakta Jelang Juventus vs Barcelona

Jose Castro, presiden Sevilla yang mengetahui hal tersebut langsung memanjatkan doa untuk kesembuhan Berizzo. Ia dan seluruh staf klub berjanji akan memberikan perawatan terbaik kepada pelatih yang dulunya bermain sebagai bek itu.

“Klub sudah merilis kondisi terkini Berizzo, yang penting saat ini adalah Berizzo tetap kuat dan menunggu hasil pemeriksaan. Kami tidak akan menggantinya dengan pelatih lain, kami akan tunggu sampai ia sembuh, sampai ia kembali melatih Sevilla,” tegas Castro.

Keberhasilan Sevilla menyamakan kedudukan usai dibantai Liverpool 0-3 pada babak pertama berasal dari pompaan semangat Berizzo kepada pemainnya. Ever Banega, gelandang Los Rojiblancos menyebut semua pemain di babak kedua bermain lepas demi Berizzo.

“Kami harus menunjukkan permainan berbeda di babak kedua, untuk suporter dan manajer. Dia (Berizzo) membuat kami tampil seperti itu (di babak kedua),” kata Banega.

Video: Persib Belum akan Membeli Pemain Baru

(KAU)

Gosip terhangat sesuai yang dikabarkan berita terbaru tentang Sevilla Bangkit di Babak Kedua Usai Tahu Pelatih.