Tak yakin dengan pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu BERITA TERBARU

Berita terkini hari ini menginformasikan bahwa Tak yakin dengan pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.

Merdeka.com – Kabar tak sedap kini menghampiri bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu. Kedua pasangan yang didukung oleh Gerindra dan PKS ini justru tengah digoyang dari internal partai koalisi.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi menjadi orang yang justru meragukan soliditas pasangan Deddy dan Syaikhu. Padahal, jabatan Mulyadi strategis, sebagai panglima tertinggi Gerindra di Jawa Barat.

“‎Saya sampaikan dari awal pada Pak Prabowo. Saya akan turuti semua dinamika di Pilgub Jabar. Prabowo selalu mendengar informasi yang timbul di DPD. Jadi artinya semua aktivitas saya dilaporkan ke beliau (Prabowo). Ini improvisiasi saja. Karena saya merasa hilangnya keyakinan dengan pasangan ini,” kata Mulyadi saat dihubungi merdeka.com, Rabu (13/9) kemarin.

Mulyadi malah merasa tak yakin dengan pasangan Deddy Mizwar dan Syaikhu. Tanpa ragu, dia pun menyuarakan hal tersebut kepada media massa. Dia melihat ketidak seriusan kedua calon ini menatap Pilgub Jabar.

“Dari hal yang sifatnya pasangan, Pak Deddy Mizwar ini enggak proaktif datang ke DPD dan DPP (untuk menjadi Kader Gerindra),” kata Mulyadi.

Sedangkan untuk Syaikhu yang merupakan Wakil wali kota Bekasi ini, pihaknya belum menerima konfirmasi terkait pernyataannya yang lebih memilih di Kota Bekasi ketimbang Jabar. Syaikhu menyadari karena popularitas dan elektabilitas yang belum menunjukan hal signifikan.

“Syaikhu katanya kan lebih senang di Bekasi. Kalau pasangan ini tidak yakin, ngeri. Sejak satu bulan saya rilis terus. PKS komunikasi satu kata juga enggak ada sampai sekarang,” sebutnya.

Mulyadi justru kini tengah menjajakan diri kepada poros baru yang tengah coba dibentuk oleh Demokrat, PPP dan PAN.

Namun, ‘teriakan’ Mulyadi tampaknya tak dianggap serius oleh DPP Gerindra dan DPP PKS. Wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon memastikan partainya dan PKS tetap mengusung Deddy Mizwar dan Syaikhu. Dia menilai, kicauan Mulyadi hanya sebuah dinamika dalam pilkada.

“Enggak ada itu (pencabutan), Pak Prabowo sudah menyampaikan,” kata Fadli.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu menganggap pernyataan Mulyadi hanya persoalan miss komunikasi.

Mulyadi yang menilai, PKS tidak bersinergi dengan Gerindra justru tidak demikian. Kata Syaikhu, yang merupakan bakal calon wakil Gubernur Jabar, PKS tetap bekerja untuk terus mensosialisasikannya.

“Mungkin teman-teman melihat bagaimana sesungguhnya kita terus melakukan mobilisasi di internal masing-masing. Saya di PKS dan Pak Haji Mulyadi diharapkan di Gerindra-nya. Kita sudah bergerak kok, enggak ada masalah,” ungkap Syaikhu saat dihubungi melalui telepon, Rabu (13/9).

Lainnya ihwal kartu keanggotaan kader yang diharu‎kan Gerindra pada Demiz, itu hanyalah masalah teknis. Menurutnya persoalan itu terjadi akibat ketidaktahuan Deddy Mizwar dalam pengurusan KTA.

“Saya juga sudah tanya ke Pak Deddy (Mizwar), sudah dapat KTA belum? Masalahnya, beliau belum tahu gimana prosedur untuk mendapatkan KTA, apakah beliau harus datang ke DPD, harus di DPC atau seperti apa? Nah itu kan seharusnya dibimbing,” jelasnya.

Dia menambahkan, polemik yang terjadi saat ini sebenarnya tidak usah dibesar-besarkan. Karena pasangan ini sudah diamanatkan langsung dari petinggi PKS dan Gerindra untuk melakukan sosialisasi dan bekerja menggalang dukungan.

“Ini namanya hanya miss komunikasi. Saya firm, Deddy Mizwar juga firm dengan apa yang sudah dinyatakan oleh Ketua Majelis Syuro dan Pak Prabowo, kemudian diperintahkan untuk sosialisasi dan bekerja. Makanya saya terus roadshow ke seluruh jaringan yang bisa kita akses untuk menegaskan ini,” jelasnya.

Syaikhu menyebutkan, pihaknya terus menggenjot mobilisasi di internal partainya. Bahkan, berdasarkan kunjungannya ke sejumlah daerah di Jabar, mesin partainya telah siap bekerja all out demi memenangi Pilgub Jabar 2018.

“Kita ingin PKS ini solid dan partai siap bergerak. Beberapa daerah yang saya datangi juga sudah menyatakan siap bergerak,” tandasnya.

Bukan cuma pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu yang tengah dilanda gonjang ganjing. Di sisi lawan, koalisi Golkar-PDIP-Hanura juga tengah dilanda ketidakpastian. Awalnya, Dedi Mulyadi satu-satunya calon yang ditawarkan Golkar. Tapi, kini muncul nama baru yakni Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien.

Hingga kini, belum ada keputusan dari Golkar akan mencalonkan siapa. Internal partai pimpinan Setya Novanto ini tengah merapatkan barisan, konsolidasi, demi memilih nama terbaik untuk diusung. [rnd]

Cerita aneh menurut sumber berita tentang Tak yakin dengan pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.